Ruang lokomotif

Sumber gambar: www.zenmeme.com Stasiun Tugu, Yogyakarta, di balik selarik tirai hujan. Klakson lokomotif di paling depan gerbong sana sontak menggetarkan jiwa guru muda dalam diriku begitu kelopak mata ini mencerabut nama "Yogyakarta" pada sebidang papan di pinggir rel kereta api. Bersama penumpang lainnya aku terjaga dari tidur siang di sepanjang sisa perjalanan Bandung-Yogyakarta bersama Kereta Api Argo Wilis dan koper aku turunkan secara perlahan dari atas kursi. Kulihat, sekali lagi ke relung jendela gerbong: hujan tak menambat epilog tentang cinta, persahabatan, pertemanan dan kebersamaan persis inti utama bilamana ku menuliskan berlarik-larik cerita di balik tirai kisah. Kereta Argo Wilis benar-benar berhenti dengan sempurna sebelum aku turun. Begitu melangkahi pintu gerbong, dengan sorot kelopak mata sendiri kudapati banyak manusia berduyun-duyun menyesaki pelataran Stasiun Tugu. Entah mau kemana mereka berkelana, pula apa tujuannya. Tetapi ...