Postingan

Gadis dalam pelukan hujan

Gambar
  Sumber gambar:  wall.alphacoders.com   Provinsi Noord Brabant, Belanda, saat hujan menyapu daratan.  Mobil VW kuno kesayanganku selama menyambangi daratan Belanda dalam kurun waktu dewasa ini aku pacu dengan kecepatan tinggi menindas jalan raya Provinsi Noord Brabant menuju Haarlem selepas mengucap selamat tinggal pada Kota Brussels dan Duo Baarle di tanah Belgia sang tetangga negeri markas kumpeni. Tumben Belanda disapu hujan deras, batinku sambil mengemudikan mobil ditemani kawan-kawanku di sebelah kanan serta belakang tulang punggung. Ya, baru kali ini aku menampak Belanda disapu hujan deras bersama kawan-kawanku dan cuaca macam ini membuat aku tidak mungkin menepikan mobil di bahu jalan.  Bagai manusia baru pertama kali melihat bumi disambar petir, aku bangkit dari lamunan begitu serangkai truk tangki pengangkut susu sapi menekan klakson dari belakang berkali-kali. Ingin aku menyingkir demi memberi ruang jalan bagi truk 12 roda itu, namun hu...

Mencari tawamu

Gambar
  Kota Baru Parahyangan, Bandung ketika siang diinterupsi hujan.  Selayang pandangku menghujam pemandangan berupa hamparan padang rumput luas di sekeliling kelas yang siang ini telah diinterupsi oleh rintik hujan pencipta riak air di permukaaan tanah. Hujan kini selalu datang secara sukarela tanpa pernah mengenal waktu yang tepat sedang aku masih sibuk memutar memori ratusan derajat menuju serangkai kenangan di masa remaja dulu dan saat aku masih berupaya mengingat memori itu, sesosok gadis cantik menyeret telapak kurusnya melewati daun pintu kelas demi menyambangi ragaku. Kulihat dan kudengar sekali lagi, gadis berparas ayu tersebut memecahkan kehenyapan kelas siang hari ini.  Tak sungkan sambil mencomot selembar foto di meja kerjaku ia menanyakan sesuatu, "Herr Aldi, masih ngefans sama Presiden Jokowi juga Gloria si Paskibraka?" Aku memutar tulang punggung ratusan derajat menghadap parasnya. "Ehm, iya bener banget Stev, waktu masih remaja dulu bapak ngefans ...

Pertama-kedua-ketiga

Gambar
  Sumber gambar:  paper4pc.com Provinsi Gelderland, Belanda di batas langit siang hari.  Kisah ini kuakui memang sudah amat sangat klasik lantaran aku selalu menulis tentang serangkai perjalanan melibas aspal jalanan negeri Belanda dalam satu mobil bersama keenam sahabat-sahabatku tercinta. Waktu yang aku pilih pasti selalu naungan tudung langit senja bersama sinar matahari yang terus terpancar melukiskan keindahan parasnya yang telah tersirat jelas. Cerita tadi kembali terjadi hari ini ketika bulan telah menemukan hari-hari penghujungnya, namun sekarang aku memutuskan pergi dengan mengendarai satu armada truk trailer berpenumpang enam orang sahabat-sahabatku tercinta. Deburan angin aku beri izin agar meniup rambutku bersepoi-sepoi di atas kemudi truk trailer. Di tengah perjalanan dari Kota Düsseldorf, Jerman menuju Rotterdam ini, aku meluangkan waktu barang tiga sampai empat detik demi melihat garis wajah sahabat-sahabatku di samping kanan juga belakang tu...

Pucuk dicinta ulam pun tiba

Gambar
  Sumber gambar: www.lifehack.org.  Angan kembali aku putar begitu siang memudar karena akan mengundang kegelapan malam pada ruang langit Kota Bandung seusai menuntaskan kewajiban mengajari murid-muridku mendalami lebih jauh makna kata-kata milik salah satu bahasa negara Eropa. Arloji bertali cokelat tua di pergelangan tangan mengabarkan waktu yang telah menunjukkan pukul 18.15 WIB seusai ibadah Shalat Maghrib berjamaah di masjid telah selesai ditunaikan. Alhamdulillah, aku dapat menunaikan shalat berjamaah di awal waktu dan kini waktunya bagiku untuk pulang. Barang-barang tak lupa aku kemasi hanya sesaat sebelum meninggalkan pelataran masjid besar.  Tetapi perhatian sorot mataku terpusat pada sekelabat bayangan di ujung tangga halaman masjid. Mulanya ia duduk membelakangiku, tetapi lama-kelamaan bayangan itu berputar 180 derajat ke arah tubuhku sampai aku dapat melihat sebagian wajah si bayangan. Rasanya aku mengenal bayangan itu dan benar saja, ketika aku sam...

Bagai senja tak sampai di tepi garis Selat Sunda

Gambar
                                          J alan raya Den Haag-Amsterdam, ketika sore telah terlukis jelas.  Terulang lagi untuk yang kesekian kalinya, si guru muda asal Indonesia itu mengemudikan mobil VW kuno menggilas aspal jalanan tanah Belanda dari Kota Den Haag di tepi utara menuju Amsterdam agak ke selatan sedikit. Angin sore bertiup-tiup kencang menembus pekatnya kaca jendela ketika lelah mulai mengerubungi diri si guru muda dan sisi kanan-kiri mobil ia ratapi demi mencari tempat beristirahat yang cocok. Rumput-rumput bergoyang bolehlah terhampar sejauh mata memandang, tetapi si guru muda ternyata sudah jemu menjumpai rumput-rumput bergoyang walau selalu tampak bagai karpet alami dan oleh karenanya, si guru muda harus mencari tempat lain untuk merilekskan raganya sejenak.  Lelah mencari tempat beristirahat, aku memutuskan tuk berhenti di pinggir sebuah t...

Doa pada selempang sajadah panjang

Gambar
 Sumber gambar: www.boston.com Malam telah terjamah hujan Petir menyalak-nyalak ganas Angin bertiup melambai-lambai Tiada ampun dalam henti Pada selempang sajadah panjang Aku duduk seorang diri Sajadah panjang ini terkembang Diawali dari kaki buaian hingga tepi kuburan Kuburan seusai hamba bernafas untuk yang terakhir kalinya Inilah dunia, tempat hamba melangkah Tepat di atas sajadah panjang nan suci ini Bersama lantunan doa-doa suci Dalam langkah pada sajadah panjang ini Hamba mendengar secarik interupsi Rezeki telah dicari ke langit Ilmu turut dicari ke dasar laut Di waktu mengukur jalanan seharian Lalu ketika suara adzan telah menghujam daun telinga Hamba tersungkur selalu Walau masih harus bertanya Sudah tersungkurkah hamba? Rezeki bisa hamba cari sampai berjumlah banyak Ilmu bisa hamba cari ke seberang benua Lalu sudahkah kita tersungkur?  Apa hamba mendengar suara adzan? Apa hamba melihat masjid? Apa hamb...

Terang untuk redup

Gambar
Sumber gambar: hdw.eweb4.com   Hari yang cerah pada filosofinya pun dapat luruh jua karena hujan yang selalu datang tanpa menyempatkan diri berhenti sejenak seolah-olah tak peduli pada kata lelah. Mendung telah menggantung pekat di langit ketika si guru muda tetap meratapi hujan pembasah hari bersama dingin sebagai temannya. Ia arahkan pandangannya pada air yang sedang lincah menari di tanah dan sesekali suara kodok turut menginterupsi pertanda mereka bahagia menyambut hujan. Kulihat lagi ke halaman rumah, bunga putih di taman hari ini telah layu karena tak kuat menahan arus gempuran hujan serta layunya bunga putih nan cantik tersebut mengingatkanku pada si gadis bunga ketika dirinya jatuh sakit. Dirinya laksana bunga layu hari itu. Tetapi ingatan segera aku putar dari terang menuju redup.  Seperti biasanya, buku agenda kesayanganku itu tersingkap lagi untuk yang kesekian kalinya. Isi cerita dalam buku itu telah terjamah lagi oleh sepasang mata indah milik si gadis...